Loading...
Buku

Buku : Bahan Ajar Diklat Kepemimpinan Tentang Integritas Nasional

Kepemimpinan

Literatur tentang kepemiminan ini cukup banyak ditulis oleh para penulis terkenal dari barat, sebut saja diantaranya Warren Bennis dengan konsep Basic Ingredient of leadership, Burt Nanu dengan gagasan Seven Megaskills of Leadership, James O’Toole dengan bukunya yang terkenal Leading Change: The Argument for ValuesBased Leadership, John Gardner yang mengurai secara terperinci tentang Atributes of Leadership, Bill George dengan buku terbarunya yang berjudul Autehntic Leadership, dan yang paling populer di Indonesia adalah Stephen R. Covey dengan bukunya Seven Habits of Highly Effective People serta Principle-Centered Leadership (Nana Rukmana, 2008). Merespon terhadap konsep dan teori kepemimpinan tersebut, akhir-akhir ini banyak ditulis buku-buku tentang kepemimpinan dalam perspektif moral dan spiritual yang dipicu oleh ketidak puasan terhadap pola-pola kepemimpinan yang terlalu mengedepankan aspek kecerdasan intelektual (IQ) dengan mengabaikan aspek kecerdasan Emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ), sehingga banyak pemimpinpemimpin di dunia ini dan khususnya di Indonesia yang mengabaikan etika dan moral dalam kepemimpinannya. Merebaknya para pemimpin yang korupsi di negeri ini, baik di pusat maupun di daerah penyebab utamanya adalah lemahnya iman, dan diabaikannya aspek integritas, etika dan moral.

Lihat Juga : Ringkasan Materi, Soal dan Jawaban Test CPNS TWK Thema Bela Negara


Urgensi Kepemimpinan Berintegiras

Pemimpin yang beretika dan berintegritas tentu saja harus dapat mentransformasikan nilai-nilai agama, mengimplementasikan nilainilai luhur Pancasila dan budaya bangsa dalam kehidupan seharihari, baik dalam kaitannya dengan kehidupan peribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Mengingat orientasi masyarakat dan budaya bangsa kita masih bersifat paternalistik, maka yang penting adalah faktor keteladanan para pemimpin dalam menjunjung tinggi etika dan integritas. Pembinaan moral, etika dan integritas dalam sebuah organisasi akan lebih efektif kalau dimulai dari para pemimpinnya. Apabila perilaku pemimpinnya tidak sesuai dengan norma agama, budaya dan peraturan-peraturan yang dibuatnya, maka upaya pembinaan moral, etika dan integritas kepada staff atau bawahannya tidak akan berjalan efektif. Ibarat membersihkan air, kalau air di hulunya kotor, maka betapapun kita berusaha membersihkan air di hilir, air akan kotor kembali. Tetapi sebaliknya kalau air di hulunya bersih, betapapun kotornya air di muara, suatu saat akan bersih juga. Di antara Prinsip keteladanan yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah adanya kepribadian yang religius, memilki rasa kebersamaan, kekeluargaan, kehidupan dalam keselarasan, keserasian dan keseimbangan. Semua prinsip keteladanan ini dapat dimiliki dan dipraktikkan oleh seorang pemimpin jika ia mempunyai keribadian yang religius.

Lunturnya kepribadian ini akan berimplikasi pada menurunnya kadar kejujuran, kebenaran dan keadilan. Oleh karena itu seyogyanya seorang pemimpin mengaktualisasikan keteladanan pada dirinya sendiri terlebih dahulu agar dapat secara langsung diteladani oleh masyarakat. Salah satu unsur yang paling penting dalam pemerintahan adalah integritas dan responsibilitas pemerintahan. Integritas yang dimaksud adalah totalitas pengabdian dan kemauan untuk berkorban dan berani menggung risiko apabila diperlukan untuk mencapai tujuan dengan moralitas yang tinggi dan profesionalisme yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Sosok pemimpin yang berkarakter dan berintegritas digambarkan antara lain seperti Umar bin Khattab, sahabat Nabi Muhammad SAW. Dia berani menanggung risiko dan berbuat adil dengan mengutamakan kepentingan rakyat kecil, tidak mengistimewakan para pembantunya dan gubernurnya di daerah. Umar berani menghukum anak buahnya sendiri yang bersalah dengan memecat dari jabatannya bila curang dan tidak adil. Pemerintahan dan pejabat yang memiliki integritas tinggi di jaman modern.

Download Bukunya disini:

Buku : Integritas Nasional

Tinggalkan Balasan