Loading...
Buku

Setara Institute : Stagnasi Kebebasan Beragama

Laporan Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan di Indonesia Tahun 2013 ini dalam bentuk resume telah dirilis pada 6 Januari 2014 lalu dan baru diterbitkan secara lengkap pada April 2014. Penerbitan laporan dalam bentuk hard copy ini merupakan bagian dari rutinitas publikasi SETARA Institute yang terbit setiap tahun. Sebagai laporan ke-7 dan laporan di ujung masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang telah menjabat dua periode kepemimpinan, laporan ini memiliki kekhususan tersendiri dari laporan-laporan sebelumnya. Selain memotret peristiwa yang terjadi sepanjang tahun 2013, pada laporan ini SETARA Institute ditantang untuk merunut, menganalisa, dan menyimpulkan 7 laporan yang telah terbit sepanjang kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. Melalui proses penelaahan, STAGNASI KEBEBASAN BERAGAMA dipilih sebagai judul laporan ini. Analisis perihal stagnasi ini disajikan pada bab V sebelum bab penutup laporan ini. Judul STAGNASI KEBEBASAN BERAGAMA adalah frase yang paling representatif untuk menggambarkan kinerja kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono yang dalam dua kali masa jabatannya tidak membukukan prestasi apa-apa dalam hal pemajuan dan perlindungan kebebasan beragama/berkeyakinan. SBY tidak berbuat meski dirinya memiliki otoritas. Tahun 2013 merupakan tahun murni terakhir kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebagaimana diketahui, tahun 2014 merupakan tahun bagi dua presiden; SBY dan Presiden yang baru hasil Pemilihan Umum Presiden 2014. Oleh karena itu, tahun 2013 merupakan momentum yang cukup tepat untuk mengevaluasi kebijakan yang sudah dan tidak diambil sejak awal kepemimpinannya hingga ujung tahun 2013. Evaluasi ini meliputi kecenderungan-kecenderungan yang menonjol dalam periode kepemimpinannya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Kecenderungan-kecenderungan yang dimaksud meliputi berbagai bidang pemerintahan dimana SBY berkontribusi bagi penumpukan persoalan pelanggaran kebebasan beragama/ berkeyakinan. Perlu dicatat, hal-hal yang diangkat dalam bagian ini adalah yang berkaitan dengan kegagalan-kegagalan SBY dalam memimpin negara dan pemerintahannya, untuk menunaikan tugasnya, menunaikan tanggung jawab dan kewajiban negara dalam menjamin perlindungan kebebasan beragama/berkeyakinan sebagai hak dasar dan hak konstitusional seluruh warga negara. Dengan demikian, evaluasi ini hanya mengenai rapor merah kepemimpinan SBY yang secara umum berdampak pada stagnasi paripurna dalam kehidupan beragama/ berkeyakinan di Indonesia.

Full Text Book download disini :


Tinggalkan Balasan