Loading...
Opini

Tidak Menghargai Guru adalah Pelanggaran HAM

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Namun di sisi lain, perlindungan hukum terhadap profesi guru juga harus diperhatikan. Persoalannya adalah hingga saat ini belum peraturan pelaksanaan yang secara teknis operasional mengatur berbagai macam perlindungan terhadap guru, termasuk perlindungan hukumnya. Akibatnya, ketika dihadapkan pada kasus hukum tertentu, posisi guru acapkali menjadi sangat lemah. Dalam kasus-kasus tertentu, guru selain diadukan sebagai pelaku kekerasan terhadap siswa, dalam beberapa kasus justru menjadikan guru sebagai korban kekerasan dari siswa dan/atau orang tua siswa. Pada kasus pertama, guru dilaporkan melanggar hak perlindungan anak ketika memberikan sanksi pelanggaran disiplin terhadap siswa. Sebaliknya, pada kasus kedua, guru menjadi korban kekerasan siswa atau orang tua siswa. Kasus kekerasan terhadap guru dalam bentuk pemukulan yang berujung maut. Kejadian yang dialami oleh Ahmad Budi cahyono seorang guru seni rupa di SMA Negeri 1 Trojun, Sampang, Madura yang diduga dianiaya oleh siswanya sendiri yang berinisial MH. Kejadian tersebut terjadi karena emosi seorang siswa yang masih labil dan mudah tersinggung dengan teguran gurunya.

Tindakan yang dilakukan oleh murid yang berinisial MH ini  tidak berperikemanusiaan dan telah melanggar hak asasi manusia. Hal tersebut mencoreng dunia pendidikan di Indonesia karena perbuatannya yang sangat kejam terhadap gurunya sendiri (Ahmad Budi Cahyono). Tidak sepantasnya ia melakukan pemukulan yang berujung maut, karena ia hanya sebatas diperingatkan oleh Budi untuk memperhatikan penjelasan saat pembelajaran di kelas dan tidak  merusak pekerjaan milik teman-temannya. Jika memang tidak mau memperhatikan gurunya, harusnya murid tersebut tidak perlu melakukan pemukulan terhadap gurunya. Lebih baik segera menyelesaikan tugas melukis dan tidak membuat kegaduhan di kelas. Kemudian Pak Budi mencoret pipi MH dengan cat lukis, hal tersebut tidak akan dilakukan guru jika siswanya mau mendengarkan dan memperhatikan penjelasannya saat pelajaran. Beberapa saat setelah dipukul oleh siswanya, Pak Budi merasa pusing dan kemudian dilarikan ke rumah sakit, hingga pada akhirnya dinyatakan meninggal dunia, Setelah berita tersebut tersebar di media sosial, banyak respon negatif dari berbagai kalangan masyarakat. Karena hal ini membuat geram masyarakat, tidak hanya menggegerkan di daerah Sampang, Madura, namun seluruh Indonesia sangat prihatin dengan kejadiaan naas yang menimpa seorang guru yang kemudian menjadi korban kekerasan muridnya. Masyarakat juga dibuat kesal dengan ulah MH, yang sama sekali tidak menghargai dan menghormati seorang guru yang sangat berjasa. Meskipun murid SMA tersebut haknya dilindungi oleh UU Perlindungan anak, namun bukan berarti  dia bisa melakukan hal senenaknya sendiri.


Kami berpendapat bahwa solusi yang bisa dilakukan untuk menghindari masalah serius yang mungkin terjadi antara murid dan guru adalah pentingnya peran orang tua  sebagai media belajar bagi putra putrinya. Dengan membiasakan sedari dini tantang pengetahuan tentang akhlak, moral, mengatur emosi, membiasakan untuk menerima kritikan dari orang lain, dan boleh saja memberikan pengajaran bela diri untuk anak dengan menyertakan pemahaman bahwa bela diri bukan untuk diterapkan pada sembarang orang, namun untuk keadaan tertentu atau terdesak saja. Setidaknya dengan cara tersebut dapat mengurangi tindak kekerasan yang bisa saja dilakukan oleh anak. Faktor  lingkungan yang mendukung juga dapat menumbuhkan perilaku yang baik pula. Biarkan anak tumbuh dan berkembang tanpa kekerasan dan jangan dikekang, namun sebagai orang tua haruslah memperhatikan tumbuh kembang putra putrinya, dengan siapa ia berteman, dan tanyakan kabar tentang bagaimana ia di sekolah.

Selain itu, peran seorang guru juga sangat mendukung pola berpikir siswa. Cara dalam mengajar juga mempengaruhi sikap siswanya. Sudah sepantasnya seorang guru memberikan contoh yang baik, menegur dengan cara yang benar, dan tidak menggunakan tidakaan kekerasan.  Menjalin hubungan yang baik antara pihak sekolah, guru, orang tua dan siswa juga dapat mengurangi dampak negatif yang mungkin terjadi. Karena dengan adanya hubungan yang baik dapat mempermudah komunikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman. Tidak lupa juga peran pemerintah dalam memberikan penegasan tentang perlindungan terhadap guru, agar profesi guru tidak dianggap remeh oleh siswa maupun orang tua. Memberikan sanksi tegas bagi siswa yang melakukan tindak kekerasan terhadap guru atau dengan siapa saja agar mereka jera dan tidak mengulangi kesalahan itu lagi.

Ditulis oleh annisa rahma

Tinggalkan Balasan