Loading...
Media PembelajaranPembelajaran

5 Fakta Sejarah Perumusan Dasar Negara

Kemerdakaan Indonesia yang diupayakan oleh pendiri negar selalu memiliki cerita unik dan menarik. Perhelatan bangsa ini pun saat ini juga mulai bergeser pada perseturan antara konsepsi dasar negara pancasila dengan implementasi persatuan dan kesatuan yang mulai terpecah belah karena pandangan politik, publik dan pers. Nah, sebagai cara mematangkan terkait dasar negaram berikut ini ada 5 fakta sejarah yang bisa di ketahui dalam proses perumusan dasar negara

  1. Kemerdekaan dari Kaisar Kunaiki Kosio

Kemerdekaan yang diraih oleh Bangsa Indonesia tidak terlepas sejatinya dari bangsa Jepang. Bukan berati kita harus berterimakasih sepenuhnya, karena jepang juga menajah negeri Indonesia dalam jangka waktu 3,5 tahun. Baiknya, kekaisaran jepang yang menguasai Indonesia memberikan kesempatan dan janji merdeka karena jepang berhasil mengalahkan kekuasaan sebelumnya.


  1. Panitia BPUPKI dan PPKI

Panitia persiapan dasar negara untuk membentuk negara kesatuan Indonesia di catat berjumlah 73 orang. Mereka semua adalah cendekia dari berbagai wilayang Indonesia baik dari Indonesia timur dan perwakilan Sumatra. Titik beratnya adalah konsensus musyawarah mufakat adalah kebutuhan dari bangsa Indonesia dalam berbagai Hal. Bukan berdasarkan Kepentingan golongan.

  1. Penghapusan pelaksanaan Syariat Islam pada Sila Pertama

Konsesus dasar negara dari kesatauan 5 sila yang sudah dipersidangkan terntyata dapat dipatahkan hanya dalam waktu semalam. Konsep ketuhanan yang maha esa dengan pelaksanaan syariat islam dihapuskan dari usulan indonesia timur yang di akomodasi muh. Yamin dan doterima oleh Soekarno dan Hatta sebagai perwakilan Proklamator Kemerdekaan.

  1. Lambang Garuda adalah hasil sayembara

Garuda Indonesia yang berdiri kokoh menghadap kekanan merupakan hasil dari sayembara yang dilakukan panitia PPKI atas usul sultan Hamid II. dasar nya filosofis lambang negara indonesia adalah gatayu dari filosofi hindu yang direkonstruksi ulang dan memiliki kemiripan dengan burung elang jawa.

  1. Asa Gotong royong

Semangat gotong royong adalah bentuk eka sila yang dilontarkan oleh Ir. Soekarno dari pancasila. Eka sila yang dimaksud adalah gotong royong atau bahu membahu dari berbagai kalangan. Asa tersebut sangat relevan dari tubuh indonesia yang sudah ada sejak zaman dahulu dmana masyarakatnya mengedapankan kebutuhan berbangsa dan bernegara daripada kepentingan golongan. Gotong royong sendiri juag diartikan sebagai cara terbaik dalam membangun berbagai bidang kehidupan sosial, politik, budaya dan pembatas perbedaan.

 

download file presentasinya ada disini

Tinggalkan Balasan