Loading...
Media PembelajaranPembelajaran

5 Fakta Sejarah Proses Perumusan Dasar Negara

Proses Perumusan Dasar negara indonesia selalu memberikan cerita tersendiri dan sampai saat ini masih dicari berkas berkas sejarah Indonesia yang menyatakan proses dasar negara. Beberapa sejarawan juga masih kebingungan akan hal hal yang berkaitan Indonesia dan perumusan dasar negaranya. Tetapi, berikut ini ada beberapa fakta sejarah unik dalam proses perumusan dasar negara yang wajib untuk diketahui :

  1. Sukarno Sebagai Penemu Pertama Istilah Pancasila di Sidang BPUPKI yang sudah berjalan dua hari. Masing-masing anggota sidang sudah tampil dengan pidato-pidatonya mengajukan usulan tentang dasar-dasar negara Indonesia yang akan didirikan. Namun demikian seluruh anggota sidang merasa belum menemukan hal-hal yang pantas disepakati untuk dijadikan sebagai dasar negara.
  2. Setelah tampilnya Muh. Yamin, Supomo, dan Sukarno barulah ketua BPUPKI menghentikan sidang. Penghentian sidang tersebut dilanjutkan dengan pembentukan Panitia Kecil yang bertugas untuk merumuskan dasar negara.
  3. Ketiga Tokoh dalam proses perumusan dasar negara ternyata tanpa disadari mengusulkan dasar negara dengan 5 sila atau konsep yang berbeda beda.
  4. Dalam keanggotaan Panitia Kecil, ada dua golongan penting yang berbeda pandangan dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara. Satu golongan menghendaki agar Islam menjadi dasar negara. Sementara itu golongan yang lain menghendaki paham kebangsaan sebagai inti dasar negara.Akibat perbedaan pandangan ini, maka sidang Panitia Kecil bersama anggota BPUPKI yang seluruhnya berjumlah 38 orang menjadi macet.
  5. Tentang Piagam Jakarta ini Sukarno sebagai ketua Panitia Sembilan mengatakan, bahwa “Ketuhanan dengan menjalankan syari’at Islam bagi para pemeluk-pemeluknya” merupakan jalan tengah yang diambil akibat perbedaan pendapat antara golongan Islam dan kebangsaan. Sebenarnya banyak muncul keberatan terhadap Piagam Jakarta ini. Sebagai contoh, keberatan yang disampaikan oleh Latuharhary yang didukung oleh Wongsonegoro dan Husein Joyodiningrat dalam sidang panitia perancang UUD tanggal 11 Juli 1945. Keberatan yang sama juga diajukan oleh Ki Bagus Hadikusumo dalam sidang ketua BPUPKI tanggal 14 Juli 1945. sila 1 pada piagam jakarta yang berbunyi “Ketuhanan dengan menjalankan syari’at Islam bagi para pemeluk-pemeluknya” diganti menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa karena memperhatikan banyaknya keberatan dari berbagai pihak

Demikian lah beberapa ulasan terkait fakta sejarah proses perumusan dasar negara. Sejarah Indonesia dan dasar negara harus diketahui sebagai upaya meningkatkan nasionalisme agar identitas bangsa tidak mudah tergerus dari orang orang kita sendiri agar pencapaian tujuan kemerdekaan senantiasa terealisasikan.


Untuk membantuk penjelasan, silahkan download PPT nya dibawha sini :

Tinggalkan Balasan