Loading...
Materi PembelajaranPembelajaran

Arti Penting Semangat dan Komitmen Kebangsaan

Makna Semangat Kebangsaan

Istilah bangsa merupakan terjemahan dari kata nation (bahasa Inggris). Kata nation berasal dari bahasa natio yang artinya sesuatu yang telah lahir. Kata itu bermakna keturunan, kelompok orang yang berada dalam satu garis keturunan. nation dalam istilah bahasa Indonesia, artinya bangsa. Kata nation berubah menjadi national yang artinya kebangsaan. Pahamnya dinamakan nasionalisme, yang artinya paham kebangsaan atau semangat kebangsaan.

Menurut Otto Bauer, mengatakan bahwa bangsa merupakan sekelompok manusia yang memiliki persamaan karakter atau perangai yang timbul karena persamaan nasib dan pengamalan sejarah budaya yang tumbuh dan berkembang bersama bangsa tersebut. Sedangkan menurut Hans Kohn, bangsa diartikan sebagai hasil tenaga hidup manusia dalam sejarah dan karena itu selalu bergelombang dan tak pernah membeku. Suatu bangsa merupakan golongan yang beraneka ragam dan tidak bisa dirumuskan secara eksak. Kebanyakan bangsa memiliki berbagai faktor obyek tertentu yang membedakannya dengan bangsa lain.


Illustration of people avatar

Faktor-faktor itu berupa persamaan, keturunan, wilayah, bahasa, adat istiadat, kesamaan politik, perasaan, dan agama.Ernest Renan (Guru besar Universitas Sorbone), menyatakan bahwa bangsa adalah kesatuan solidaritas yang terdiri dari orang-orang yang saling merasa setia satu sama lain. Menurut Benidict Anderson mendefinisikan pengertian bangsa sebagai komunitas politik yang dibayangkan (imagined political community), artinya tidak selalu sesuai dengan kenyataan.

Komunitas politik yang dibayangkan itu terdapat dalam wilayah yang jelas batasnya dan berdaulat.  Dikatakan komunitas politik yang dibayangkan, karena bangsa yang paling kecil sekalipun para anggotanya tidak saling mengenal. Dibayangkan berdaulat karena bangsa ini berada dibawah kekuasaan suatu negara yang memiliki kekuasaan atas suatu wilayah dan bangsa tersebut.

Menurut Soekarno, ia menekankan bahwa bangsa adalah persatuan antara orang dengan tanah airnya sebagai syarat suatu bangsa. Sedangkan pengertian menurut Mohammad Hatta adalah suatu persatuan yang ditentukan oleh keinsyafan, sebagai suatu persekutuan yang tersusun menjadi satu, yang terbit karena percaya atas persamaan nasib dan tujuan (Sunarso, 2011: 10-11). baca : Buku : Rakyat dan Negara

Jadi, pengertian bangsa mengandung intisari adanya elemen pokok berupa jiwa, kehendak, perasaan, pikiran, semangat, yang bersama-sama membentuk kesatuan, kebulatan dan persatuan serta semuanya itu yang dimaksud adalah aspek kerokhaniannya. Bangsa bukanlah kenyataan yang bersifat lahiriyah saja, melainkan lebih bercorak rohaniah, yang adanya hanya dapat disimpulkan berdasarkan pernyataan senasib, sepenanggungan, dan kemauan membentuk kolektivitas. Sedangkan “kebangsaan” artinya adalah kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara (perihal bangsa, yang bertalian mengenai bangsa).

Secara konkret memasuki kehidupan berbangsa yang lebih masif, cikal bakal komitmen kebangsaan masyarakat Indonesia adalah sejak dicetuskannya kebangkitan nasional seabad lebih yang lalu. Dalam perkembangannya semangat dan komitmen kebangsaan Indonesia tumbuh lebih matang, terutama sejak lahirnya deklarasi pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, yang dikenal dengan Sumpah Pemuda.

Ada tiga hal mendasar  tentang  komitmen  kebangsaan yang lahir saat itu, yakni komitmen tentang satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa Indonesia. Memasuki periode berikutnya, komitmen kebangsaan tersebut berhasil mewujud menjadi komitmen kenegaraan, yakni dengan diproklamasikannya kemerdekaan, tanggal 17 Agustus 1945, dengan tekad berdirinya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan wilayah dari Sabang sampai Merauke.

Negara kebangsaan adalah negara yang pembentukannya di dasarkan pada semangat kebangsaan/nasionalisme. Artinya, adanya tekad masyarakat untuk membangun masa depan bersama dibawah satu negara yang sama walaupun warga masyarakat tersebut berbeda-beda agama, ras, etnik, atau golongan/suku nya. Semangat kebangsaan untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia sangat penting untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang diwujudkan melalui jiwa nasionalisme dan patriotisme.

Nasionalisme

Nation berasal dari bahasa Latin natio, yang dikembangkan dari kata nascor (saya dilahirkan), maka pada awalnya nation (bangsa) dimaknai sebagai “sekelompok orang yang dilahirkan di suatu daerah yang sama” (group of people born ini the same place) (Ritter 1986: 286). Boyd Shafer (1955: 6) mengatakan bahwa nasionalisme itu multi makna, hal tersebut tergantung pada kondisi objektif dan subjektif dari setiap bangsa. Oleh sebab itu nasionalisme dapat bermakna sebagai berikut:

  1. Nasionalisme adalah rasa cinta pada tanah air, ras, bahasa atau budaya yang sama, maka dalam hal ini nasionalisme sama dengan patriotisme.
  2. Nasionalisme adalah suatu keinginan akan kemerdekaan politik, keselamatan dan prestise bangsa.
  3. Nasionalisme adalah suatu kebaktian mistis terhadap organisme sosial yang kabur, kadang-kadang bahkan adikodrati yang disebut sebagai bangsa atau Volk yang kesatuannya lebih unggul daripada bagian-bagiannya.
  4. Nasionalisme adalah dogma yang mengajarkan bahwa individu hanya hidup untuk bangsa dan bangsa demi bangsa itu sendiri.
  5. Nasionalisme adalah doktrin yang menyatakan bahwa bangsanya sendiri harus dominan atau tertinggi di antara bangsa-bangsa lain dan harus bertindak agresif.

Benedict Anderson (1996: 6) mendefinisikan nation (bangsa) sebagai “suatu komunitas politis yang dibayangkan sekaligus sebagai sesuatu yang secara inheren terbatas dan berdaulat” (an imagined political community and imagined as both inherently limited and sovereign”). Hans Kohn (1971: 9) menggarisbawahi bahwa esensi nasionalisme adalah sama, yaitu ”a state of mind, in which the supreme loyality of the individual is felt to be due the nation state” (sikap mental, di mana kesetiaan tertinggi dirasakan sudah selayaknya diserahkan kepada negara dan bangsa).

Adolf Henken (1988) menyebut nasionalisme sebagai pandangan yang berpusat pada bangsanya. Menurutnya, kata nasionalisme mempunyai dua arti, yaitu:

  1. Dalam arti sempit Nasionalisme diartikan sebagai perasaan kebangsaan yang tinggi, berlebih-lebihan, sikap yang keterlaluan, sempit dan sombong.
  1. Dalam arti luas Nasionalisme dapat juga menunjuk sikap memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan serta harga diri bangsa dengan tetap menghormati bangsa lain karena merasa sebagai bagian dari bangsa yang lain yang ada di dunia. Nasionalisme ini berguna untuk membina rasa persatuan antar penduduk negara yang heterogen (perbedaan suku, agama, asal usul). Ini juga berfungsi untuk membina rasa identitas, kebersamaan dalam negara serta bermanfaat untuk mengisi kemerdekaan yang sudah diperoleh.

Di samping itu, nasionalisme Indonesia tidak bersifat mengagungkan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain (chauvinisme). Dari esensi penjabaran pengertian nasionalisme tersebut dapat diartikan sebagai arti negatif dan arti positif.  Nasionalisme dalam arti negatif (perasaan kebangsaan yang tinggi, berlebih-lebihan, sikap yang keterlaluan, sempit dan sombong). Apa yang menguntungkan bangsa sendiri begitu saja dianggap benar, sampai kepentingan dan hak bangsa lain diinjak-injak. Jelas nasionalisme seperti itu mencerai beraikan bangsa yang satu dengan bangsa yang lainnya.

baca juga : Materi Ajar Pentingnya Daerah Dalam Kesatuan NKRI

Nasionalisme dalam arti positif adalah sikap nasional untuk mempertahankan kemerdekaan dan harga diri bangsa dan sekaligus menghormati bangsa lain. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa nasionalisme merupakan paham kebangsaan, semangat kebangsaan dan kesadaran kebangsaan. Paham nasionalisme mengajarkan bahwa suatu bangsa bernegara dapat dibangun dari masyarakat yang majemuk, jika warga masyarakat tersebut benar-benar bertekad kuat untuk membangun masa depan bersama, terlepas dari perbedaan agama, ras, etnik, atau ikatan primordial lainnya. Nasionalisme adalah suatu visi, suatu persepsi, dan bangsa yang dibangun berdasar visi ini adalah suatu “imagined community” sebuah komunitas yang dibayangkan.

Dalam sejarah perkembangan nasionalisme di Indonesia terdapat faktor-faktor pembentukan nasionalisme di Indonesia, antara lain:

  1. Persamaan senasib, yaitu penderitaan bersama di bawah penjajahan bangsa asing kurang lebih selama 350 tahun.
  2. Kesatuan tempat tinggal, yaitu wilayah nusantara yang membentang dari Sabang sampai Merauke.

Full Materi download disini :

Tinggalkan Balasan