Loading...
PembelajaranUmum

8 Cara Menyusun Pertanyaan HOTS dalam Kurikulum K13

Menyusun pertanyaan memang bisa di katakan mudah dalam pembelajaran. tetapi untuk kurikulum k13 ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam proses pembuatan daftar pertanyaan untuk membuat siswa mampu menngkatkan daya kreatifitas, pengetahuan dan keterampilan. berikut ini ada beberapa cara penyusunan pertanyaan yang baik yang perlu diperhatikan :

Kriteria pertanyaan yang baik

  • Singkat dan jelas

Contoh: (1) Seberapa jauh pemahaman Anda mengenai faktor-faktor yang menyebabkan generasi muda terjerat kasus narkotikanarkobdan obat-obatan terlarang? (2) Faktor-faktor apakah yang menyebabkan generasi muda terjerat kasus narkotikanarkoba dan obat-obatan terlarang? Pertanyaan kedua lebih singkat dan lebih jelas dibandingkan dengan pertanyaan pertama.

  • Menginspirasi jawaban

Contoh: Membangun semangat kerukunan umat beragama itu sangat penting pada bangsa yang multiagama. Jika suatu bangsa gagal membangun semangat kerukukan beragama, akan muncul aneka persoalan sosial kemasyarakatan. Coba jelaskan dampak sosial apa saja yang muncul, jika suatu bangsa gagal membangun kerukunan umat beragama?Dua kalimat yang mengawali pertanyaan di muka merupakan contoh yang diberikan guru untuk menginspirasi jawaban peserta menjawab pertanyaan.

  • Memiliki fokus

Contoh: Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya kemiskinan? Untuk pertanyaan seperti ini sebaiknya masing-masing peserta didik diminta memunculkan satu jawaban. Peserta didik pertama hingga kelima misalnya menjawab: kebodohan, kemalasan, tidak memiliki modal usaha, kelangkaan sumber daya alam, dan keterisolasian geografis. Jika masih tersedia alternatif jawaban lain, peserta didik yang keenam dan seterusnya, bisa dimintai jawaban. Pertanyaan  yang luas seperti di atas dapat dipersempit, misalnya: Mengapa kemalasan menjadi penyebab kemiskinan? Pertanyaan seperti ini dimintakan jawabannya kepada peserta didik secara perorangan.

  • Bersifat probing atau divergen

Contoh: (1) Untuk meningkatkan kualitas hasil belajar, apakah peserta didik harus rajin belajar?(2) Mengapa peserta didik yang sangat malas belajar cenderung menjadi putus sekolah? Pertanyaan pertama cukup dijawab oleh  peserta didik dengan Ya atau Tidak. Sebaliknya, pertanyaan kedua menuntut jawaban yang bervariasi urutan jawaban dan penjelasannya, yang kemungkinan memiliki bobot kebenaran yang sama.

  • Bersifat validatif atau penguatan

Pertanyaan dapat diajukan dengan cara meminta kepada peserta didik  yang berbeda untuk menjawab pertanyaan yang sama. Jawaban atas pertanyaan itu  dimaksudkan untuk memvalidsi atau melakukan penguatan atas jawaban peserta didik sebelumnya. Ketika beberapa orang peserta didik telah memberikan jawaban yang sama, sebaiknya guru menghentikan pertanyaan itu atau meminta mereka memunculkan jawaban yang lain yang berbeda, namun sifatnya menguatkan.

Contoh:

  • Guru: “mengapa kemalasan menjadi penyebab kemiskinan”?
  • Peserta didik I: “karena orang yang malas lebih banyak diam ketimbang bekerja.”
  • Guru: “siapa yang dapat melengkapi jawaban tersebut?”
  • Peserta didik II: “karena lebih banyak diam ketimbang bekerja, orang yang malas tidak produktif”
  • Guru : “siapa yang dapat melengkapi jawaban tersebut?”
  • Peserta didik III: “orang malas tidak bertindak aktif, sehingga kehilangan waktu terlalu banyak untuk bekerja, karena itu dia tidak produktif.”
  • Memberi kesempatan peserta didik untuk berpikir ulang

Untuk menjawab pertanyaan dari guru, peserta didik memerlukan waktu yang cukup guna memikirkan jawabannya dan memverbalkannya dengan kata-kata. Karena itu, setelah mengajukan pertanyaan, guru hendaknya menunggu beberapa saat sebelum meminta atau menunjuk peserta didik untuk menjawab pertanyaan itu.

Jika dengan pertanyaan tertentu tidak ada peserta didik yang bisa menjawah dengan baik, sangat dianjurkan guru mengubah pertanyaannya. Misalnya: (1) Apa faktor picu utama Belanda menjajah Indonesia?; (2) Apa motif utama Belanda menjajah Indonesia? Jika dengan pertanyaan pertama guru belum memperoleh jawaban yang memuaskan, ada baiknya dia mengubah pertanyaan seperti pertanyaan kedua.


  • Merangsang peningkatan tuntutan kemampuan kognitif

Pertanyaan guru yang baik membuka peluang peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir yang makin meningkat, sesuai dengan tuntunan tingkat kognitifnya. Guru mengemas atau mengubah pertanyaan yang menuntut jawaban dengan tingkat kognitif rendah ke makin tinggi, seperti dari sekadar mengingat fakta ke pertanyaan yang menggugah kemampuan kognitif  yang lebih tinggi, seperti pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Kata-kata kunci pertanyaan ini, seperti: apa, mengapa, bagaimana, dan seterusnya.

  • Merangsang proses interaksi

Pertanyaan guru yang baik mendorong munculnya interaksi dan suasana menyenangkan pada diri peserta didik.Dalam kaitan ini, setelah menyampaikan pertanyaan, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik mendiskusikan jawabannya. Setelah itu, guru memberi kesempatan kepada seorang atau beberapa orang peserta didik diminta menyampaikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Pola bertanya seperti ini memposisikan guru sebagai wahana pemantul.

Tingkatan Pertanyaan

Pertanyaan guru yang baik dan benar menginspirasi peserta didik untuk memberikan jawaban yang baik dan benar pula. Guru harus memahami kualitas pertanyaan, sehingga menggambarkan tingkatan kognitif seperti apa yang akan disentuh, mulai dari yang lebih rendah hingga yang lebih tinggi. Bobot pertanyaan yang menggambarkan tingkatan kognitif yang lebih rendah hingga yang lebih tinggi disajikan berikut ini.

Tingkatan Subtingkatan Kata-kata kunci pertanyaan
Kognitif yang lebih rendah §  Pengetahuan (knowledge) §  Apa…

§  Siapa…

§  Kapan…

§  Di mana…

§  Sebutkan…

§  Jodohkan atau pasangkan…

§  Persamaan kata…

§  Golongkan…

§  Berilah nama…

§  Dll.

§  Pemahaman (comprehension) §  Terangkahlah…

§  Bedakanlah…

§  Terjemahkanlah…

§  Simpulkan…

§  Bandingkan…

§  Ubahlah…

§  Berikanlah interpretasi…

§  Penerapan (application §  Gunakanlah…

§  Tunjukkanlah…

§  Buatlah…

§  Demonstrasikanlah…

§  Carilah hubungan…

§  Tulislah contoh…

§  Siapkanlah…

§  Klasifikasikanlah…

Kognitif yang lebih tinggi §  Analisis (analysis)

 

§  Analisislah…

§  Kemukakan bukti-bukti…

§  Mengapa…

§  Identifikasikan…

§  Tunjukkanlah sebabnya…

§  Berilah alasan-alasan…

§  Sintesis (synthesis) §  Ramalkanlah…

§  Bentuk…

§  Ciptakanlah…

§  Susunlah…

§  Rancanglah…

§  Tulislah…

§  Bagaimana kita dapat memecahkan…

§  Apa yang terjadi seaindainya…

§  Bagaimana kita dapat memperbaiki…

§  Kembangkan…

§  Evaluasi (evaluation) §  Berilah pendapat…

§  Alternatif mana yang lebih baik…

§  Setujukah anda…

§  Kritiklah…

§  Berilah alasan…

§  Nilailah…

§  Bandingkan…

§  Bedakanlah…

 

 

Tinggalkan Balasan